My Blog
Sehubungan dengan Visit Indonesia Year 2008 yang hingga saat ini kurang gregetnya, saya mulai bertanya kenapa Indonesia yang demikian indah kurang begitu diminati oleh wisatawan manca negara ?
Mungkin perlu kita introspeksi diri agar jangan sampai Visit Indonesia menjadi Visit Negara Lain atau negara Tetangga. Orang Indonesia itu rada arogan, coba perhatikan orang Indonesia bila berada didalam lift dan disana ada seseorang yang tidak dikenal, maka jarang sekali menyapa terlebih dahulu. Bila kita perhatikan orang Eropa atau Amerika, pasti mereka akan saling menyapa dan dapat berbicara seolah mereka sudah saling mengenal lama ?
Di China mungkin hampir serupa dengan Indonesia, namun 2 tahun menjelang
Olimpiade 2008 pemerintah China dengan sangat gencar mendidik warganya untuk
merubah wajah China yang semula dingin menjadi China yang agak "warm". Pada
kunjungan saya ke Shanghai beberapa bulan yang lalu saya cukup dibuat
terkagum-kagum dengan "service" yang diberikan oleh 2 orang pelajar China.
Karena jadwal yang tidak terlalu ketat saya ingin mencoba transportasi cepat & murah dari airport Shanghai dengan menggunakan kereta api menuju ke Hotel Longmen yang berada didekat Shanghai Main Station. Saya diberitahu kawan saya kalau ingin bertanya sesuatu ke orang China dalam bahasa Inggris, bertanyalah kepada orang yang berumur sekitar 15 - 20 tahun, jangan kepada orang yang berumur diatas 30 tahun. Ternyata saran kawan saya benar, saya bertanya kepada sepasang remaja yang berumur sekitar 17 tahun, “kereta mana yang menuju ke Shanghai Main Station”. Dengan sangat antusias mereka membantu menjelaskan walaupun dengan bahasa Inggris yang sangat terbatas. Setelah saya sampai di Shanghai Main Station, saya dibuat terkejut, ternyata pasangan muda tersebut masih berada dibelakang saya padahal seharusnya mereka turun di 2 perhentian sebelumnya. Ternyata mereka mengkhawatirkan saya tersesat dan mereka rela mengorbankan waktunya untuk orang yang tidak dikenal sebelumnya. Mungkin tidak mengherankan bila peristiwa ini terjadi dikota kecil atau desa di China, tapi ini benar2 terjadi di kota besar dunia yang bernama Shanghai.
Mudah2an Pemerintah Indonesia bisa meniru China mendidik warganya untuk dapat lebih ramah lagi sehingga Visit Indonesia Year 2008 membawa berkah bagi rakyat Indonesia.
Andi adalah seorang yang sangat rajin bekerja dan hampir sepanjang hidupnya dia bekerja mengumpulkan uang, dia termasuk orang kaya yang sangat tamak dengan uangnya. Pada suatu hari dia sakit keras dan dia berpesan kepada istrinya dan meminta istrinya untuk berjanji agar kalau dia meninggal seluruh uangnya dimasukkan kepeti bersama dia untuk keperluan ditempat yang baru.
Kemudian Andi meninggal dan berkumpullah kerabat dan teman2nya untuk memberikan penghormatan yang terakhir kepadanya dan bela sungkawa kepada istrinya. Pada saat peti akan ditutup, istrinya berkata, "Tunggu, ada sesuatu yang harus aku masukkan". Ternyata istrinya mengambil barang2 kesukaan termasuk kotak uang Andi dan meletakkannya disisi jasad suaminya.
Seorang teman baiknya bertanya, "Apakah Anda yakin ingin memenuhi permintaan Andi dan menguburkan kotak uangnya bersamanya ?". Istrinya menjawab, " Saya adalah istri yang baik dan selalu ingin menepati janji kepada suamiku, namun setelah saya lihat begitu banyak uangnya dan tidak mungkin petinya bisa menampung uang sebanyak itu, maka kumasukkan seluruh uangnya ke bank accountku dan kubuat check senilai seluruh uang Andi yang kumasukkan dikotak uang tadi.
"Mau kemana sayang..?" tanya istrinya.
Saya mau ke bar sebentar, sayang. Mau minum bir bersama kawan2."
Istrinya berkata, Kamu mau bir, sayang?" Kemudian dia membuka pintu kulkas dan menunjukkan bahwa telah ada 25 merk bir dari 12 negara: Jerman, Belanda, Jepang, India, dll.
Suaminya tidak tahu harus menjawab apa, dan yang ada didalam pikirannya dan langsung diucapkan adalah, "Ya, sayang...tapi di bar....kamu tahu kan...gelasnya dingin (frozen), sayang... Langsung, tanpa memberi kesempatan menyelesaikan kalimatnya, si istri memotong dan berkata, " Kamu mau gelas yang dingin, sayang?" Dia segera mengeluarkan gelas bir yang sudah didinginkan yang terasa sangat dingin ditangannya.
Si Suami, dengan pandangan yang memelas, berkata, " Ya sayang tapi di bar ada hors d'oeuvres (makan kecil) yang sangat enak.....Saya tidak akan lama dan akan segera kembali. Saya janji. OK?"
"Kamu mau makan hors d'oeuvres, sayang?" Si Istri membuka Oven dan mengeluarkan 15 macam hors d'ouevres: buffalo wings, nachos mushroom caps, chicken strip, dll.
" Tapi, sayang....di bar....kamu tahu kan....kita bisa bersumpah serapah dan berkata kotor tanpa harus merasa malu.
"Kamu mau kata2 kotor, sayang?...
DRINK YOUR FUCKING BEER IN YOUR FROZEN FUCKING MUG AND EAT YOUR
FUCKING DAMN SNACKS BECAUSE YOU AREN'T GOING ANYWHERE!! GOT IT
ASSHOLE?!!"
Sepasang suami-istri senang menikmati bersama mobil barunya dan biasanya sang suami yang menyetir. Namun sang suami sering memikirkan apa yang akan terjadi bila terjadi hal2 yang tak terduga. Maka suatu hari didalam perjalanan keluar kota dia berkata kepada istrinya, "Tolong kali ini kamu yang nyetir, sayang seolah2 saya sedang terkena serangan jantung dan kamu harus menyetir sampai ditujuan dan memarkir ditempat yang aman. Maka dia menuruti permintaan suaminya.
Kemudian malam itu sebelum makan, sang istri menghampiri suaminya yang sedang nonton TV . Dia duduk disamping suaminya, memindah TV channel kesayangannya dan berkata kepadanya, " Sayang pergilah ke dapur seolah2 saya sedang terkena serangan jantung dan siapkan makanan, piring dan sendok garpu dan setelah itu jangan lupa mencuci piring.
Seorang pengusaha memasuki sebuah bank di San Francisco dan ingin bertemu dengan petugas bagian kredit. Dia mengatakan kepada petugas bagian kredit tersebut bahwa dia akan ke Eropa dan membutuhkan pinjaman sebesar $ 7,000. Petugas bagian kredit berkata bahwa bank membutuhkan jaminan untuk pinjaman tersebut.
Kemudian pengusaha tadi menyerahkan kunci mobil Rolls Royce nya yang diparkir dijalan didepan bank tersebut. Setelah semuanya diperiksa, bank setuju menerima mobil tersebut sebagai jaminan, kemudian petugas bank memindahkan Rolls dan memarkirnya kedalam garasi yang terletak dilantai "underground".
Dua minggu kemudian, pengusaha tersebut kembali, membayar pinjamannya $ 7,000 berikut bunganya sebesar $19.67. Petugas bank yang ditemuinya dua minggu yang lalu berkata, " Kami sangat senang berbisnis dengan Anda dan transaksi ini telah diselesaikan dengan baik, namun semuanya ini sedikit membingungkan. Ketika Anda pergi, kami melakukan investigasi dan mengetahui bahwa Anda adalah seorang jutawan. Yang membuat kami bingung adalah mengapa Anda membutuhkan pinjaman $7,000 dari kami ?"
Si pengusaha menjawab dengan santai, "Dimana dikota San Francisco ini saya dapat memarkir mobil saya selama 2 minggu cukup hanya dengan $20?"

