Search result
One day a father of a very wealthy familiy took his son on a trip to the country with the firm purpose of showing him how poor people lived. They spent a couple of days and nights on the farm, of what would be considered a very poor family. On therir return on theri trip, the father asked his son, "How was the trip?" "It was great, Dad.", "Did you see how poor people live?" asked the father. The son answered: "I saw that we have one dog and they have four. We have a pool that reaches to the middle of our garden; they have a creek that has no end. We have imported lanterns in our garden; they have the stars at night. Our patio reaches to the front yard, they have the whole horizon. We have a small piece of land to live on; they have fields that go beyond their sight. We have servants to serve us, but they serve others. We buy our food, but they grow theirs. We have walls around our property to protect us; they have friends to protect them.
The father was SPEECHLESS.
Then his son added, "Thanks, Dad, for showing me how poor we are!"
Isn't perspective a wonderfull thing? Makes you wonder what would happen if we all gave thanks for everything we have, instead of a worrying about what we don't have.
Appreciate every single thing you have, especially your friends.
"From SayangDiBuang"
A L P H A B E T I C A L F O R S U C C E S S
A : ACCEPT
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.
B : BELIEVE
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup
C : CARE
Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup
D : DIRECT
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri
E : EARN
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik
F : FACE
Hadapai masalah dengan benar dan yakin
G : GO
Berangkatlah dari kebenaran
H : HOMEWORK
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi
I : IGNORE
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan
J : JEALOUSLY
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri
K : KEEP
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal
L : LEARN
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya
M : MIND
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain
N : NEVER
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol
O : OBSERVE
Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain
P : PATIENCE
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha
Q : QUESTION
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu
R : RESPECT
Hargai diri sendiri dan juga orang lain
S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang
T : TAKE
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda
U : UNDERSTAND
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda
V : VALUE
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalan melakukan yang terbaik
W : WORK
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a
X : X'TRA
Usaha lebih keras membawa keberhasilan
Y : YOU
Anda dapat membuat suatu yang berbeda
Z : ZERO
Usaha nol membawa hasil nol pula
By: "DiBuangSayang"
Di awal abad yang lalu, ada seorang pemuda yang mempunyai angan-angan menjadi seorang pemain biola handal seperti Bognini. Begitu ada waktu senggang, dia selalu berlatih bermain biola, hingga lupa akan segalanya bagaikan orang yang kecanduan. Akan tetapi kemajuan yang dicapainya sangatlah minim, hingga kedua orang tuanya pun merasakan permainan biola anak mereka yang malang ini sangatlah buruk, sama sekali tidak memiliki bakat dalam seni musik, tapi mereka takut untuk mengungkapkan kenyataan yang akan melukai harga diri anak mereka itu.
Suatu hari, pemuda ini ingin berguru pada seorang biolis senior. Biolis senior itu berkata, "Nak, coba kamu mainkan sebuah lagu untuk saya dengarkan." Pemuda itu memainkan lagu ketiga dari kedua puluh empat lagu ciptaan Bognini. Gesekan biolanya terdapat banyak kelemahan sehingga tidak nyaman untuk didengar. Selesai memainkan sebuah lagu, biolis tua itu bertanya kepada sang pemuda, "Mengapa kamu sangat gemar memainkan biola?" Pemuda itu berkata, "Saya ingin sukses, saya ingin menjadi pemain biola seperti halnya Bognini." Sang biolis tua bertanya lagi, "Apakah kamu gembira?" Pemuda itu menjawab, "Saya sangat gembira." Biolis tua itu pun mengajak sang pemuda untuk pergi ke taman bunganya, lalu bertanya kepadanya, "Nak, kamu sangat gembira, hal ini menjelaskan bagwa kamu telah berhasil, tidaklah perlu menjadi suatu keharusan berhasil seperti halnya Bognini menjadi seorang pemain biola yang agung. Dalam pandangan saya, gembira itu sendiri merupakan suatu keberhasilan."
Pemuda itu sangat tersentuh mendengar perkataan dari sang biolis tua. Ia akhirnya memahami bahwa kegembiraan adalah keberhasilan yang membutuhkan biaya terendah dan juga resiko terkecil di dunia ini. dan bisa memberikan manfaan bagi manusia. Jika menginggalkan kegembiraan dan mencari yang lain, seseorang mungkin sekali akan terjerumus di dalam lumpur kekecewaan, kebingungan dan kerisauan. Api yang bergeloran dalam hati pemuda ini sejak itu pun menjadi padam, tenang, ia masih sering memainkan biola, tapi sudah tidak lagi terbelenggu oleh impiannya ingin menjadi Bognini. Siapakah pemuda ini? ia adalah Albert Einstein, seumur hidupnya ia masih gemar memainkan biola, walaupun permainannya masih tetap buruk, akan tetapi ia bisa mendapatkan kegembiraan tersendiri.
Kegembiraan berarti keberhasilan. Inilah filosofi kehidupan yang penuh dengan kecerahan. Didalam kehidupan yang nyata, tidak sulit bagi kita menjumpai orang semacam ini, kebanyakan rona wajah mereka cerah memerah, bertubuh sehat, wajah berseri penuh senyuman, hati mereka gembira, mereka telah mengekspresikan semua kebahagiaan hidup sebagaimana manusia hidup, di dalam karier mereka tidak banyak memberikan sumbangsih, mereka jauh dari nama, keuntungan pribadi dan ketenaran. Orang seperti ini apakah pantas dikatakan pecundang? Saya kira, belum tentu demikian.....
Bagaimana dengan anda????
by: "EB"

