Search result
Sederhana dan terjangkau. Praktis dan mungil. Notebook mungil, atau
netbook begitu sebutannya jika prosesornya dibuat Intel, dirancang
sebagai sistem kedua yang bisa Anda masukkan ke dalam tas dan bawa ke
mana-mana.
Notebook mungil mampu memberikan layanan Web,
e-mail, dan aplikasi produktivitas dalam badan yang ukurannya tidak
lebih dari sebuah buku agenda. Biasanya bobot perangkat kurang dari
1,5kg, dimotori prosesor hemat daya dari Intel atau VIA, punya layar 7”
– 10”, memori 512MB – 1GB, storage berupa harddisk atau SSD (solid
state disk), lengkap dengan sistem operasi Windows atau Linux.
Namun
ukurannya yang lebih kecil menyebabkan notebook mungil ini tidak dapat
seperkasa saudaranya. Kita tidak akan menemukan prosesor dual-core atau
fitur discrete graphics di sini. Yang kita peroleh adalah kebebasan
bergerak (portabilitas) pada harga yang tidak semahal sebuah
ultraportabel .
Saat ini ada banyak merek notebook mungil
beredar di pasar. Karenanya, memilih mana yang paling cocok untuk
kebutuhan Anda mungkin tidak lagi mudah. Nah, agar tidak terlalu
pusing, perhatikan hal-hal berikut:
Ukuran keyboard dan layar
Notebook
mungil memang berukuran kecil, jadi penting untuk memilih mesin dengan
ukuran layar dan resolusi yang nyaman di mata Anda. Mesin-mesin ini
menawarkan layar berukuran 7” (antara lain Asus Eee PC 4G), 8,9” (Acer
Aspire One, Asus Eee PC 901, HP 2133 Mini-Note, Lenovo IdeaPad S9, MSI
Wind Notebook U90), atau 10” (Asus Eee PC 1000H, Axio Pico, MSI Wind
Notebook U100, Lenovo IdeaPad S10).
Resolusi pada notebook
berukuran kecil menjadi vital. Sebuah notebook mungil dengan resolusi
800x480 pixel akan menuntut Anda menggulung-gulung ke arah samping
(horisontal) ketika Anda ingin melihat halaman sebuah situs Web secara
utuh. Untunglah notebook mungil yang muncul belakangan menawarkan
resolusi 1024x600 pixel, sehingga menjelajah Internet cukup
menyenangkan.
Yang juga perlu diperhatikan adalah lebar
keyboard. Kecuali jika jari-jemari Anda memang mungil, keyboard pada
kebanyakan notebook mungil akan terasa sempit jika dibandingkan
keyboard PC yang biasa Anda pakai. Keyboard yang paling lega pada
notebook mungil mungkin adalah HP 2133 Mini Note (92%) dan MSI Wind
Notebook U100 (92%), Acer Aspire One (89%). Namun ukuran bukanlah
segalanya. Peletakan tombol juga perlu diperhatikan agar mudah
dijangkau, atau justru sebaliknya, tidak mudah tersentuh.
Sistem operasi
LINUX:
Banyak dari mini-notebook berharga murah datang pra-install dengan
sistem operasi open source yang gratis, Linux. Variannya bisa Linpus
Linux (Acer Aspire One), atau Xandros Linux (Asus Eee PC).
Penggunaan
Linux’ sebenarnya menguntungkan. Selain ukurannya yang kecil, sistem
operasi ini relatif lebih tangguh menghadapi serangan malware. Jangan
kuatir dengan antarmukanya. Produsen notebook mungil sudah membuat agar
penggunaan antarmuka Linux bisa semudah Windows. Dan jika suka
utak-atik, Anda bisa membuat antarmuka 3D yang cantik dengan bantuan
desktop manager seperti Compiz Fusion.
Satu ganjalan di sini:
instalasi program bisa terasa sulit dan membutuhkan coba-coba dengan
command line. Selain itu, tergantung pada versi Linux yang terpasang,
mungkin ada juga software yang tidak kompatibel dengan notebook mungil
Anda.
Berita baiknya, Canonical (perusahaan di balik sistem
operasi desktop Ubuntu) sedang menyiapkan Ubuntu Netbook Remix, sebuah
sistem operasi OEM-customizable yang dirancang untuk notebook mungil
berprosesor Intel Atom. Sistem operasi ini akan datang pra-install pada
sejumlah sistem akhir tahun ini.
WINDOWS: XP menjadi sistem
operasi Windows yang umum ditemukan pada mini-notebook. Yang agak beda
adalah HP, yang menawarkan Vista pada 2133 Mini-Note-nya. Windows
kompatibel dengan nyaris semua program atau asesori yang tersedia di
pasar saat ini. Sayangnya, karena pangsa pasarnya yang besar,
mesin-mesin Windows cenderung menjadi target serangan malware, jadi
paket sekuriti yang tangguh seperti Norton Internet Security 2008 perlu
Anda tambahkan.
Prosesor
Saat ini ada dua
perusahaan – Intel dan VIA - yang memproduksi prosesor yang dirancang
untuk mendukung kecepatan dan efisiensi batere pada notebook mungil.
Intel awalnya mendayai notebook mungil dengan prosesor Intel Celeron M
processor (900MHz). Namun kini yang banyak digunakan adalah prosesor
Intel Atom yang lebih efisien daya (800MHz sampai 1,8GHz).
Prosesor
VIA’s C7-M (1,0GHz sampai 1,7GHz) memberikan kinerja yang lumayan (HP
2133 Mini-Note), tetapi tidak secepat saingannya yang berasal dari
Intel. Selain itu notebook mungil yang didayai oleh prosesor VIA
cenderung lebih cepat terkuras baterenya. Belum lama ini VIA
memperkenalkan platform Nano (1,0GHz sampai 1,8GHz), yang dirancang
untuk menyaingi Intel Atom dalam hal kinerja dan ketahanan batere,
tetapi sistem ini belum kami jumpai di pasar.
Sistem storage
Notebook
mungil saat ini menawarkan dua tipe storage: harddisk dan SSD (solid
state disk). Masing-masing punya keunggulan dan kelemahan.
Harddisk
memberikan keleluasan storage (MS Wind Notebook U100 dan Asus Eee PC
1000H datang dengan harddisk 80GB, Acer Aspire One A150 dan HP 2133
Mini-Note masing-masing menyertakan harddisk 120GB, sedangkan Axio Pico
maupun Lenovo IdeaPad S10 membundelkan harddisk 160GB), tetapi harddisk
lebih rentan terhadap guncangan dan menghasilkan lebih banyak panas
akibat bagian-bagiannya yang berputar.
SSD lebih cepat, lebih
tahan terhadap guncangan dan kejutan dan juga lebih dingin. Namun
karena harganya masih mahal, kapasitasnya pun masih belum terlalu
besar.
Nah, jika Anda mementingkan kapasitas storage, pilihlah
mini-notebook yang mengemaskan harddisk. Namun jika Anda mengutamakan
perlindungan data dari guncangan dan kejutan, pilihlah SSD.
Jumlah port
Jika
Anda suka mengkoneksikan kamera digital, MP3 player, atau bahkan
monitor eksternal, tak perlu kuatir. Rata-rata notebook mungil
menghadirkan tiga port USB 2.0, port VGA-out, dan slot kartu memori.
Pengecualian adalah Lenovo IdeaPad S10 yang hanya memiliki dua port USB
2.0. Namun sebagai gantinya Lenovo IdeaPad S10 menyodorkan slot
ExpressCard, cocok bagi Anda yang suka menggunakan kartu Internet
broadband. Slot ExpressCard ini juga dibundelkan oleh HP 2133
Mini-Note.
Batere
Untuk sebuah notebook
mungil yang dibawa-bawa ke mana saja, daya tahan batere menjadi
penting. Sayangnya kebanyakan notebook mungil saat ini hanya
menyediakan batere 3-cell berkapasitas 2000mAh. Daya tahan batere
3-cell ini umumnya di bawah 2 jam.
Karena itu akan sangat
menyenangkan bila bisa mendapatkan batere 6-cell berkapasitas tinggi
(high capacity). Milik Asus Eee PC 901 yang berkapasitas 6600mAh
misalnya, bisa bertahan sekitar 6 jam.
Kualitas Webcam
Kebanyakan
notebook mungil menanamkan Webcam 0,3 megapixel atau 1,3 megapixel
untuk memfasilitasi Anda ngobrol sambil lihat-lihatan (video) dengan
teman dan rekan kerja. Biasanya, semakin tinggi megapixel sebuah
Webcam, semakin bagus/tajam gambarnya.
Asesori
Touchpad
dan tombol-tombol mouse yang relatif kecil adalah hal biasa pada
notebook mungil, tetapi Anda selalu bisa menambahkan sistem pengendali
pribadi Anda, yakni mouse. Pilihlah yang nirkabel dengan dongle yang
mungil, seperti Kensington SlimBlade Media Mouse atau Microsoft
Wireless Notebook Optical Mouse 3000.
Jika Anda membuthkan
lebih banyak storage untuk menyimpan koleksi foto, musik, video dan
dokumen, jangan enggan membeli harddisk eksternal yang portabel.

